Kamis, 13 Desember 2018

Catatan Kecil : Antara Motivasi dan Opini






























































Mawar merah Ingin menjadi Kamboja

http://bungaid.blogspot.com/2014/04/kumpulan-gambar-bunga-mawar-keren.html

Kelopak mawar merah itu layu satu persatu dan bererjatuhan di lantai, seiring angin sore yang membelai di sudut kamar itu, semua kelopak mawar berjatuhan menyisakan putiknya yang berwarna kecoklatan. Begitu singkat kehidupan bunga mawar yang dipetik dari batangnya, tersisih dalam vas bunga di tempat yang jauh, terabaikan, dan layu seiring waktu berlalu, dan mawar layu tak kan ada yang melirik, jika telah tidak cantik lagi, mawarpun akan dibuang, entah ke pinggir jalan, tong sampah dan berakhir di tempat pembuangan akhir. Siapa yang akan tahu derita mawar? tidak ada, siapa yang akan iba melihat mawar yang layu?, tidak ada. Ia hadir menghiasi suasana lantas layu dan berakhir di pembuangan.

Di sudut taman lain, bunga kamboja terusik dengan sengat matahari yang sangat terik, hingga membuat kelopaknya semakin menghitam dan layu, satu persatu kelopaknya jatuh berguguran ke tanah, hingga tiada lagi yang tersisa selain tangkai yang semakin lama mengeriput dan berubah warna menjadi coklat lalu patah dari dahannya menimpa tanah. Kelopak yang layu itu disapu sang pemilik rumah, dimasukan dalam kantong plastik dan diserahkan kepada ibu-ibu miskin pengepul bunga  kamboja.

Saat itulah, angin bertiup kencang dan menerbagkan satu kelopak mawar ke sebuah taman yang banyak ditumbuhi bunga kamboja berwarna-warni. Mawar merah sangat kagum dengan keindahan yang dimiliki kamboja, lalu kamboja menyapa mawar 

" Apa gerangan yang membuatmu tiba di taman ini wahai mawar merah?" 

" Aku tertiup angin kencang dan mereka menjatuhkan ku ke taman ini"

" Kenapa kau tampak sangat layu wahai mawar? tidak kah hidupmu sangat indah dan sering berada di tangan-tangan orang yang bahagia dan di tempat-tempat yang istimewa?"

" Memang benar pendapatmu wahai kamboja, aku sering menjadi lambang kebahagiaan, lambang cinta bahkan aku sering ditempatkan di ruangan atau wadah yang istimewa"

"Lantas kenapa kau murung seperti sekarang?"

"Aku hanyalah sekuntum bunga, dipetik saat diperlukan, dipatahkan rantingnya dan dibuang duri pelindung, hingga aku tampak menawan dan cantik, diberikan sebagai hadiah kepada orang terkasih atau sahabat terbaik, lalu  akhirnya aku akan dirawat dengan baik pada awalnya, setelah itu aku disia-siakan dalam vas berisi air, bahkan ada yang sengaja membuang kami jika memiliki kekecewaan pada si pemberi bunga, kami tak hanya berada pada tangan-tangan orang baik, bahkan kami juga berada pada tangan-tangan orang yang jahat yang tidak menghargai pemberian, saat kami terlihat sangat cantik, kami dipetik, saat kami layu, kami tiada artinya lagi, dan terbuang "  

" Jadi itukah yang membuatmu sedih wahai mawar?"

" Iya kamboja, begitulah aku, bermanfaat dikala aku masih menarik dan cantik, dan dibuang ketika aku sudah tak memiliki keindahan  lagi, sedangkan kau? kau bahkan sangat berguna meski kau sudah layu berguguran, bukan kah begitu wahai kamboja?

" Benar sekali wahai mawar merah"

" Andaikan aku menjadi sekuntum kamboja seperti mu, pasti akan  sangat membanggakan, meski sudah berguguran, masih tetap bermanfaat"

" Jangan wahai mawar, engkaupun bisa bermanfaat asal jatuh ke tangan yang benar, sama seperti kami, engkaupun juga bisa, mungkin di belahan negara lain kelopak mawar sangat dibutuhkan untuk bahan kecantikan, termasuk aku, jadi  jangan pernah ingin menjadi seperti yang lain, karena setiap penciptaan baik makhluk hidup ataun benda mati ada maksud dan tujuannya, jadi tinggal engkau bersabar, mungkin sekarang engkau akan membusuk, tetapi tidak kah kau tahu, kelopakmu akan bermanfaat sebagai pupuk untuk kami nanti?"

"terimakasih wahai kamboja atas nasehatmu, aku ingin membusuk di taman ini dan bermanfaat untuk yang lain"

Lalu perlahan lahan, dari hari kehari mawar merahpun membusuk dan bersatu dengan tanah menjadi pupuk.
  


Cepen : "Aku Tidak Ingin Juara Lagi"

Pada dasarnya orang tua tidak ingin mengajak anaknya susah, namun mereka ingin membuat anaknya belajar menghargai sebuah proses  

"Apalah arti sebuah prestasi jika tidak dihargai oleh orang yang paling disayangi"

Sabtu pagi, dengan langkah gontai, setelah mandi aku mengenakan baju pramuka, memasang kaos kaki yang kedodoran dan harus dipasang karet agar terlihat lebih rapi dari luar dan memakai sepatu hitam butut pemberian dari tetangga sebelah yang anaknya tidak mau lagi memakai karna kesempitan. Sambil membuka tudung saji aku melirik ke kamar ibuk, hatiku mencelos, nasi belum matang, laukpun juga tak ada, yang ada hanya meja kosong ditutup tudung saji, lalu ingin rasanya aku memberitahukan ibuk agar datang ke sekolah menjemput raporku. Tetapi mulut ini enggan untuk memulai sebuah percakapan, yang pada akhirnya aku lebih tahu dan akan selalu paham, berapa kalipun aku memohon kepada ibuk agar datang menemui wali kelasku, tak kan pernah ada kata kesepakatan atau setidaknya sebuah anggukkan agar sedikit menghibur hatiku yang masihlah sangat butuh kasih sayang dan perhatian dari orang tua.

Aku sekarang kelas tiga SD, aku sudah mahir membaca, kalistung bahkan memiliki hafalan yang sangat kuat, dulu aku sering lebih dulu mampu memecahkan soal atau pertanyaan dari guru sehingga aku bisa keluar dari kelas lebih dahulu dibanding teman-temanku. Prestasiku meningkat, wali kelas sering memujiku dan memotivasiku, sejak itu aku menjadi lebih terpacu untuk berprestasi dan tidak akan lupa dengan sosok guru yang menghargai kepandaian dan kekurangan siswanya hingga menjadi lebih percaya diri.

" Buk, besok pagi ibuk ke sekolah ya ambil rapornya aku"
" Ajak saja ayah kamu, kan kalo pagi belum berangkat ke sawah, besok ibuk sibuk"

Sebenarnya aku sudah tidak ingin meminta ibuk atau ayah untuk mengambil raporku, tetapi wali kelas ku bu Yus meminta agar raporku diambil  ibu atau ayah, lalu aku menuju ayah yang sedang mengasah sabitnya di dapur 

" Ayah, besok bisa temani aku ambil rapor ndak ke sekolah?"
" Ayah ndak bisa, besok  pagi ayah pergi ke kebun sawit Ungku Mudo, ajak saja ibuk "

Akhirnya aku menyerah, aku harus menghadap wali kelas sendirian saat mengambil rapor nanti. Sejak saat itu, sejak kebutuhan ku dioper sana -sini, aku tidak pernah lagi mengharap mereka datang ke sekolah menemaniku mengambil rapor, aku kecewa, kecewa sekali, apalagi saat melihat teman-temanku duduk berdampingan dengan orang tua mereka di dalam kelas. Yang lebih mengecewakan, mereka saling mengoper tugas saat aku meminta tanda tangan untuk tugas maupun rapor, akhirnya aku memberanikan diri menandatangai tugas dan raporku sendiri meski tandatangannya jelek, dan ini berlangsung sampai aku lulus SMP.

Aku berangkat ke sekolah berjalan kaki bersama tema-teman dan seniorku, karna jarak rumah dan sekolah tidak jauh, kurang lebih 1 Kilometer, diperjalanan inilah hatiku lebih terhibur karna guyonan dari teman-teman. Tiba di kelas kami menarok tas di meja masing-masing dan berbaris di halaman sekolah, para orang tua siswa duduk di kursi yang telah disediakan. Pengumuman juarapun dibacakan, mulai dari kelas 1, peringkat 3 diraih oleh ..... para juara kelaspun maju ke depan diiringi dengan orang tua mereka. Sekarang giliran kelas 3, peringkat 3 di raih oleh .... namaku disebut, semua yang hadir memberikan tepuk tangan, aku menegok ke kursi orang tua murid dan yakin tidak akan ada wajah ibuk atau ayah, aku maju ke depan sendirian disaksikan tatapan dan pandangan kasihan dari para orang tua murid, aku mengambil posisi, tiba-tiba wali kelasku datang berdiri disampingku, aku tersenyum kecut dan menitikkan air mata, dengan cepat ku lap agar tidak ada yang melihat.

Ini pertama kalinya aku juara, meski juara 3, namun wali kelas ku sangat bangga, beliau mengatakan:

"Suksesnya seorang anak tidak hanya datang dari dorongan orang tua, tetapi dari dorongan dirinya sendiri dan semangat serta percaya diri untuk berprestasi, coba nak kamu bayangkan, meski orang tua sudah memberikan semuanya, namun anaknya tidak mau berubah, maka percuma, karna kemauan untuk berubah itu berasal dari dirinya sendiri, ibuk tahu kamu belajar sendiri tanpa bantuan orang tua, tapi yakinkan diri, kamu bisa lebih dari mereka nak, jadi sekarang jangan sedih lagi ya, ibu tahu orang tuamu seperti apa"

Di dalam kelas, para siswa sudah menerima rapornya masing-masing ditemani orang tua mereka, satu persatu mereka meninggalkan kelas, dan sekarang tinggal lah aku berdua dengan wali kelasku karna aku tidak ditemani orang tua, beliau memberikan raporku dan mencium kepalaku sambil berkata :

" Ibu mau menyerahkan rapor ini karna kamu berprestasi nak, jika tidak ibuk tidak bisa memberikannya, jadi jangan takut jika tiap semester kamu mengambil rapor sendiri, asalkan kamu juara ya nak"

Aku mengucapkan terima kasih kepada beliau dengan linangan air mata dan berlari keluar kelas  meninggalkan beliau yang sedang sibuk membereskan berkas-berkas, di depan kelas, teman-teman sudah menantiku dan kami pulang bersama. Sesampainya di rumah, teman-temanku sambil berlalu berteriak keras dan mengucapkan selamat pada ibuku yang sedang mencabut rumput di samping rumah, tetangga juga menyampaikan selamat pada ibuku karna aku juara kelas, namun tiba-tiba aku seperti ditampar sangat keras oleh ibu  di depan teman-teman dan tetanggaku dengan jawaban yang membuatku benci untuk menjadi juara kelas, aku tidak ingin juara lagi 

" Untuk apa juara? emang kalo juara dapat apa? gak dapat banyak uang kan? kalo cuma dapat 3 buku, aku juga bisa membelikannya, 10 bukupun sanggup aku"

Aku kaget mendengar jawaban dari ibuk, aku malu dilihat orang banyak apalagi teman-temanku, apa kata mereka besok kalo ketemu aku? tidak kah aku akan diledek? atau malah dikasihani? tidak, aku tidak ingin dikasihani mereka, aku masuk ke kamar dan membuang rapor ku ke bawah kolong tempat tidurku, aku menangis sejadi-jadinya ditutupi bantal agar tidak terdengar siapapun, akhirnya aku tertidur karna kecapek an.  

Sejak kejadian Sabtu itu, aku tidak pernah meminta mereka menemaniku ke Sekolah, bahkan sampai aku meninggalkan SMA yang memiliki prestasi sangat baik, juara 1 bertahan selama 4 semester di kelas XI dan XII. Aku tidak pernah ingin memberitahu mereka aku dapat juara berapa? setiap penerimaan rapor aku selalu menyelipkan rapor ke dalam bajuku, aku tidak akan pernah memperlihatkan raporku, apalagi memita mereka membeli angka 9 di raporku dengan sejumlah uang, tidak akan pernah. Aku tidak akan pernah meminta tandatangan mereka, tidak akan. Meski setiap penerimaan rapor aku selalu iri melihat teman-teman yang datang ke sekolah digandeng orang tua mereka. Meski aku tidak ingin juara kelas lagi sejak kejadian itu, tetapi Allah memberiku kelebihan dibanding teman-teman, yang membuatku selalu menduduki peringkat kelas.

Entah apa yang ada dalam pikiran ibuk, setiap kelebihan yang aku miliki tidak pernah dihargai bahkan semuanya diukur dengan uang, seperti kejadian beberapa tahun lalu, ketika aku terpilih menjadi pembaca Al-Quran saat ada acara Isra' Mi'raj, dan seniorku menjadi saritilawahnya di tmepat kami mengaji, ketika itu undnagan banyak yang hadir termasuk orang tua kami, setelah selesai mengaji, Ustadz ku menyampaikan kebanggannya pada ibuku karna aku sering menjadi langganan mendapat penghargaan sebagai anak Sholehah, termasuk yang pandai dalam baca Qur'an, lalu ibuk menanggapi dengan ketus di hadapanku dan guru ngajiku

" Meskipun dia pandai ngaji apa yang akan dia dapat? dapat uang? tidak kan?"
" Tapi kan dia jadi anak yang baik buk, pintar lagi, harusnya kan ibuk bangga"
"  Tetap saja, gak ada manfaatnya pak Ustadz"
" Manfaatnya nanti akan terasa buk" sanggah ustadku dan beliau pamitan ke ibuk

Sumpah, aku saat itu lebih kecewa lagi, karna aku adalah anak kesayangan ustadz dan sering menggantikan tugas ustadz saat beliau ada tugas keluar, saat itu, aku tidak akan pernah ingin memperlihatkan apapun yang baik dari diriku, aku malu pada ustadz ku, sambil menundukkan kepala, bulir airmataku jatuh lagi, tidak, cukup ini yang terakhir aku tidak dihargai oleh orang yang  harusnya pertamakali bangga melihat anaknya lebih dari dirinya sendiri.    
  
Perlahan-lahan akhirnya aku mengambil hikmah dari perlakuan orang tuaku, karena kerasnya sikap mereka lah aku menjadi lebih mandiri, karena mereka lah aku menjadi lebih kuat menghadapi kenyataan hidup ini, dan karena mereka lah aku belajar menghargai semua proses yang aku jalani hingga mendewasakanku, tidak hanya fisik, tapi juga mentalku.




Selasa, 23 Oktober 2018

Review Tradisi-Tradisi Unik di Dunia termasuk Indonesia

Tradisi iki palek adalah tradisi potong jari yang melambangkan rasa duka kepada orang yag dicintai
Sumber: http://nationalgeographic.grid.id/read/13946164/iki-palek-tradisi-potong-jari-sebagai-tanda-kehilangan-dan-kesetiaan

1. Iki Palek, Tradisi Potong Jari
Tradisi iki palek adalah sebuah ritual pemotongan jari yang yang dilakukan suku Dani di Papua yangmenyimbolkan kesedihan dan kesetiaan kepada anggota keluarga, pemotongan bisa dilakukan dengan menggunakan kapak atau  pisau tradisional, mengikat jari sampai darah berhenti dan memotongnya bahkan ada yang menggigit jari sampai putus.

2. Tradisi Menyetrika Payudara
Tradisi yang dijalankan turun temurun ini dipercayai untuk menjauhkan dan melindungi gadis dari kejahatan seksual, mereka warga Bafoussam, Kamerun menjalankan tradisi ini dengan menyetrika payudara anak yang dilakukan oleh ibu mereka menggunakan batu yang dipanaskan lalu diikat dengan ikat pinggang khusus. 

3. Tradisi Sasak melarikan calon mempelai wanita
Suku Sasak yang berada di Lombok memiliki keunikan dalam melakukan ritual pra nikah, yakni calon mempelai pria melarikan calon mempelai wanita ke rumahnya, lalu keluarga pria mengirim utusan tokoh masyarakat ke rumah wanita agar proses pelarian diterima keluarga wanita sehingga keduanya disetujui untuk melanjutkan pernikahan

4. Tradisi Unik Melempar bayi dari ketinggian 25 meter
Bayi seharusnya dijaga dan dirawat dengan baik, namun di desa Musti, Distrik Solapur, negara bagian Maharashtra juga di beberapa tempat lain di desa-desa kecil berlangsung sebuah perayaan khusus, bayi akan dilempar dari ketinggian 25 meter dan akan mendarat pada kain putih yang dibentangkan oleh keluarga bayi. Mereka percaya dengan melakukan pelemparan bayi diharapkan bayi selalu diberi kesehatan dan dilindungi.

5.Melukai Diri Agar Menyerupai Buaya
Suku Chambri di Provinsi Sepik Timur Papua Nugini, sangat memuja buaya yang dianggap sebagai hewan simbolis dan sprilitual bagi kaum laik-laki, buaya adalah pemangsa yang kuat. Anak laki-laki yang memasuki usia 11 tahun akan dianggap dewasa jika mereka sudah melewati ritual membentuk kulit menjadi sisik buaya, ritual ini dilakukan dengan menyayat kulit menggunakan silet dan membentuk pola seperti sisik buaya, proses penyayatan, pemotongan dan penyembuhan dilakukan berulang kali agar menghasilkan bentuk sisik yang permanen, meski harus menahan sakit, mereka tidak boleh menunjukkan rasa sakit, mereka percaya seorang lelaki harus menunjukan kekuatan agar membuktikan bahwa mereka adalah laki-laki.

6. Lebih dower Dianggap lebih cantik

Suku Mursi, daerah Selatan Ethopia memiliki keyakinan bahwa wanita yang memiliki bibir dower dan lebar dianggap lebih menarik dan cantik dan bahkan mahar untuk menikahi mereka akan lebih tinggi. Tradisi ini dilakukan oleh orang tua kepada anak gadis mereka yang sudah memasuki usia pubertas, untuk meregangkan bibir meraka, maka sebuah piring akan diletakan dibibir sang anak, bahkan bibir bagian bawah akan dipotong menggunakan pisau untuk mendapatkan bibir yang lebih besar, bibir yang telah sembuh akan diganti dengan piring yang lebih besar, proses ini dilakukan secara berulang untuk mendapatkan bibir yang lebih besar dan dower.

7. Tradisi Kerik Gigi Suku Mentawai
Tradisi ini dilakukan secara turun temurun oleh suku Mentawai, di kepulauan Mentawai, Sumatera barat. Tradisi ini merupakan cara yang dilakukan oleh kaum wanita agar terlihat cantik dan sebagai lambang kedewasaan seorang wanita. Untuk mendapatkan gigi yang runcing, seluruh gigi harus dikerik menggunakan besi atau kayu yang diasah hingga tajam, mereka para wanita harus menahan sakit yang tidak sebentar tanpa obat bius. 

8. Menceburkan bayi pada kotoran Sapi
Tradisi turun temurun ini dilakukan oleh warga desa Betul, Madhya Pradesh, India yakni menceburkan anak-anak mereka ke dalam kotoran sapi. mereka percaya dengan menceburkan bayi ke dalam kotoran sapi dianggap membawa keberuntungan dan melindungi bayi dari berbagai jenis penyakit. Ritual ini dilakukan sehari setelah hari raya Diwali, Mereka secara bersama-sama melakukan ritual dalam satu tempat yang dipenuhi kootoran sapi.

(Sumber: http://nationalgeographic.grid.id) 

Senin, 22 Oktober 2018

8 Website Berbahasa Indonesia Yang Bikin Kamu Berwawasan Luas

Buat kamu yang lagi nyantai atau bosan dengan rutinitas pekerjaan sehari-hari, lebih baik isi kegiatanmu dengan membaca beberapa website berikut yang akan membuat wawasanmu semakin luas, berikut ini situs yang bisa dibuka saat kamu jenuh dengan pekerjaan, sambil membuka lembaran kerja sekalian bisa browsing ilmu agar lebih update dan membuat otak lebih fresh :

1. National Geographic Indonesia
Tampilan website National Geogrphic yang full picture

National Geographic  (NatGeo) berdiri pada tahun 1888 di Amerika Serikat dengan tema utamanya tentang geografi, seiring berjalannya waktu, sekarang NatGeo telah terbit di 60 negara dalam 30 bahasa termasuk bahasa Indonesia. Selain tema geografi, Natgeo juga terus melakukan penelitian dan menerbitkan tulisan dengan tema seperti arkeologi, budaya, sejarah, sains teknologi, antariksa, alam, lingkungan dan lainnya. Selain itu Natgeo juga memiliki website yang enak dilihat dengan gambar dengan resolusi tinggi serta foto-foto yang spektakular yang dihasilkan oleh para fotografer yang ahli dibidangnya.
http://nationalgeographic.grid.id


2. Wikipedia
Wikipedia bahasa Indonesia (sering disingkat WBI) adalah versi  bahasa Indonesia sebagai  yang dapat disunting bebas oleh siapa saja melalui jaringan internet. Salah satu bidang di mana Wikipedia Indonesia mempunyai lebih banyak artikel jika dibandingkan versi bahasa lain adalah artikel-artikel wilayah administratif di Indonesia, meskipun banyak isinya masih merupakan rintisan saja. Wikipedia menyediakan banyak data dan informasi apa saja yang dibutuhkan oleh siapapun.
https://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia_bahasa_Indonesia


3. Wikihow
Tampilan Wikihow yang mudah dipahami 

Sama seperti wikipedia, Wikihow merupakan sebuah situs yang dapat disunting oleh siapa saja. Wikihow merupakan sebuah situs yang berisi tips, petunjuk, pedoman/bagaimana melakukan sesuatu, kategori yang disajikan beragam, mulai dari hiburan, kesehatan, hobi, makanan, keluarga, komputer dan lainnya. Selain berisi pembahasan yang lengkap, artikel juga dilengkapi dengan gambar ilustrasi yang sangat membantu dan mudah dalam memahami langkah-langkah yang ada.
https://id.wikihow.com


4. Jalan Tikus

Buat kamu penggila teknologi dan butuh informasi tentang kemajuan-kemajuan dibidang teknologi baik dalam bidang android, komputer, games, aplikasi dan yang berbau teknologi komunikasi dan informasi, maka website ini cocok buat kamu.
https://jalantikus.com


5. Kaskus

Kaskus merupakan situs jual beli yang merambah menjadi situs forum komunitas dunia maya Indonesia, sedangkan penggunanya disebut kaskuser, pengguna Kaskus kebanyakan berasal dari kalangan anak muda dan dewasa, kaskus merupakan singkatan dari kasak kusuk yang memiliki banyak member dan jutaan postingan. Kaskus memililki banyak menu yang membuat pembacanya betah nongkrong di lapak ini, oh ya, forum ini paling terkenal di Indonesia pastinya.
https://www.kaskus.co.id


6. Sainspop



Sainspoop adalah situs berbahasa Indonesia yang berisi konten tentang ilmu pengetahuan, sains populer dan teknologi, konten ini menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh awam.
https://sainspop.com



7. Intisari

Intisari adalah majalah online Indonesia yang juga terbit dalam bentuk tercetak, sejak tahun 2000 majalah online ini terdiri dari beragam kategori, mulai dari kesehatan, keuangan, karir, teknologi, olahraga, hingga kisah inspiratif, termasuk beberapa kuis atau TTS, yang paling menarik adalah tulisan tentang perkara yang dianalisis oelh editornya secara tajam dan mudah dimengerti oleh masyarakat pada umumnya..
http://intisari.grid.id/


8. Indoprogress

Indoprogress adalah media pemikiran progresif yang menawarkan ruang untuk bertukar gagasan dan pengalaman. Bagi pecinta informasi tanpa embel-embel gosip seperti kebanyakan website yang lebih mengedepankan sensasi, maka situs ini layak untuk dibaca, meski bacaan nya tidak terlalu ringan, namun banyak konten menarik dan menambah ilmu yang disajikan.








Jumat, 05 Oktober 2018

Tipe-Tipe Mahasiswa Rantau



Mahasiswa Rantau versus Mahasiswa Lokal

Meskipun di rantau, tak menghambatmu untuk menikmati tantangan dan keindahan alam yang ditawarkan, salah satunya dengan mendaki gunung (bersama adek-adek rantau asal Padang)

Keragaman yang menyatukan, merantau membuatmu memiliki banyak teman dan kenalan dengan latarbelakang yang heterogen


1. Memiliki tingkat antusias dan keingitahuan yang tinggi (Curiosity) 


Mahasiswa rantau layaknya warga baru dalam sebuah habitat, sehingga mereka wajib memiliki keingintahuan atau istilah gaulnya "KEPO" agar mudah bergaul dan beradaptasi dengan warga lokal, pun demikian mereka juga harus memiliki antusias yang tinggi terhadap kegiatan organisasi, apapun ingin dicoba, karna rasa ingin tahu yang tinggi dan ingin mencari pengalaman plus dapat jaringan dan teman yang lebih banyak lagi. Coba perhatikan mahasiswa rantau, terutama yang kuliah di kota-kota besar, mereka sangat ingin ikut terlibat dalam suatu organisasi yang mereka minati, jarang sekali mahasiswa rantau yang kerjanya cuma jadi kupu-kupu = kuliah pulang - kuliah pulang, mereka lebih suka terlihat seperti kura-kura= kuliah rapat-kuliah rapat atau Kuda= kuliah-agenda- kuliah agenda. Sering terlihat sibuknya ketimbang berdiam diri di kamar kosan meski terkadang hanya nongkrong bareng teman atau hanya buat sekadar jalan-jalan, dibanding dengan mahasiswa lokal yang lebih paham dengan kultur dan terbiasa terlibat organisasi di sekolah seperti apa, sehingga mereka tak seantusias mahasiswa rantau.



2. Lebih paham geografis daerah rantau daripada daerah sendiri dan dianggap pintar

Mahasiswa rantau kalo ditanyain daerah X dimana ya mas? pasti lebih banyak yang tahu dan paham dibanding jika ditanya letak geografis daerah mereka sendiri, why? because mereka orangnya suka penasaran dan ingin menjelajahi apapun yang menurut mereka menarik, meski tetap ada rasa fanatiknya, namun curiousity lah yang membuat mereka lebih hafal wilayah rantaunya. Terkadang mereka lebih paham dibanding mahasiswa lokal yang terbiasa dengan lingkungan yang ada di sekitar mereka yang membuat mereka cuek dengan keadaan sekitar. Selain itu mahasiswa rantau sering dicap anak pintar karena memang yang sering kuliah di kota-kota besar kebanyakan anak-anak yang berprestasi dan dianggap mampu bersaing dengan anak-anak kota besar yang memiliki standar kurikulum yang lebih tinggi dan maju dibanding sekolah-sekolah di daerah.


3. Mudah Beradaptasi dan Punya kebanggan tersendiri menjadi mahasiswa rantau
Mahasiswa rantau sering merasa tersanjung karena excitednya warga lokal jika mengetahui mereka anak rantau, Melalui pertanyaan-pertanyaan keingintahuan warga lokal, misalnya, "mas aslinya mana?" maka mereka si mahasiswa rantau akan dengan bangga dan bersemangat menjelaskan seluk beluk daerah asal mereka, ketika warga lokal tertarik dengan apa yang dijelaskan, maka akan ada rasa dihargai sesama warga lokal, inilah yang membuat mahasiswa rantau betah di daerah rantau apabila mereka bisa menemukan keluarga baru tempat berbagi kisah maupun dianggap menjadi bagian dari keluarga mereka.

4. Rindu bukanlah masalah lagi  
Bukan menjadi masalah lagi bagi mahasiswa rantau jika rindu datang melanda tiba-tiba, jika hari-hari mereka diisi dengan kesibukkan, seperti travelling atau melakukan hobi masing-masing. Bagi mahasiswa rantau sudah barang tentu dihinggapi rasa rindu yang terkadang datang begitusaja jika lama tidak pulang kampung, namun menyikapi rasa itu perlu pengalihan perhatian agar rasa rindu itu tidak mengendap terus didalam hati, salah satu caranya yakni dengan melakukan travelling atau melakukan kegiatan ekstrakurikuler lainnya seperti magang atau kerja parttime, terlibat proyek dosen maupun kesibukan dalam organisasi.

5. Ikatan pagayuban di rantau sangatlah kuat
Ikatan pagayuban di rantau sangatlah kuat bahkan lebih erat dibanding di kampung halaman sendiri, ikatan inilah yang menyatukan nano nano didalamnya menjadi suatu wadah untuk berbagi, berbagi duka maupun suka. Bahkan banyak yang menemukan jodoh mereka disini karena saling mengenal dan sama-sama berjuang di rantau orang. Di dalam paguyuban inilah mahasiswa rantau mulai ditempa untuk bisa hidup dan bertahan di rantau orang, namun ibarat rumah, maka paguyuban inilah tempat pulang mahasiswa rantau ketika ada masalah dan ingin menikmati suasana kekeluargaan, bisa menemukan orang tua angkat bahkan saudara angkat.

6. Sering dipanggil bang Toyib/mbak Toyib
Pastinya mahasiswa rantau yang jarang pulang, automatically sering diledek teman-teman dengan sebutan Bang toyib maupun Mbak Toyib, namun guyonan itu tak berlaku bagi mahasiswa rantau yang memang jarang pulang, itu merupakan hal biasa, tidak membuat semangat mahasiswa runtuh bertahan di perantauan.

7. Lebih mandiri dibanding mahasiswa lokal
Tekanan yang dihadapi mahasiswa rantau sangatlah banyak, tak hanya dari segi biaya hidup, tempat tinggal, logistik, kendaraan, teman-teman baru, tuntutan kuliah, biaya hidup, lingkungan baru, namun juga dari segi lainnya, sehingga membuat mahasiswa rantau terbiasa berfikir kritis memecahkan semua masalah yang dihadapi di rantau, hal inilah yang membuat mahasiwa rantau menjadi lebih mandiri, apalagi jauh dari orang tua, membuat mahasiswa terbiasa melakukan semua hal sendiri tanpa melibatkan orang tua lagi.

8. Pandai Menjaga Diri
Jauh dari keluarga dan orang tua serta lingkungan tempat mereka dibesarkan, membuat mahasiswa rantau harus bisa menjaga dirinya sendiri, membiasakan tidak mudah percaya pada orang yang belum dikenal, selalu waspada terhadap hal-hal yang dirasa membahayakan. Sebagai mahasiwa rantau, tugas mereka adalah belajar dengan baik untuk mendapatkan apa yang diinginkan, sehingga mahasiswa rantau memiliki prinsip tegas terhadap diri sendiri dan bertanggungjawab, bertangungjawab dengan kesehatan sendiri, kebersihan, ibadah, prestasi maupun tanggungjawab terhadap orang tua.

9. Pandai Memanage waktu dan pengeluaran
Sungguh beruntung mahasiswa rantau yang bisa menikmati waktunya di daerah yang jauh dari rumahnya, karena di daerah rantau lah semua hal bisa dipelajari, keadaan dirantau menuntut si anak rantau terbiasa mengatur waktunya, dan juga terbiasa mengelola keuangannya, karna jika tidak pandai dalam mengelola keuangan, bisa-bisa kelaparan dan hidup terkatung-katung tak jelas di rantau orang.

10. Masakan rumah selalu the Best
Dimanapun daerah rantau nya, apapun jenis masakannya, maka masakan rumah lah yang terenak, tak peduli berapapun mahal harga yang ada di restoran mewah, tetap, masakan ibu yang paling menggugah selera.



Minggu, 30 September 2018

Nasehat dari Seorang Teman Pendaki

Tadi aku buka buku catatan pas jaman kuliah dan saat masih rajin ndaki, tiba-tiba ada teman pendaki yang minjam buku catatanku lalu dia menulis untukku. Karna buru-buru dipanggil deadline kegiatan, aku langsung memasukkan buku milikku ke dalam tas ransel.

Catatan Dari Seorang Pendaki

Tak perlu kau merubah caramu,
tetaplah pada pendirian yang kau yakini
ingat dik
daun tak pernah bertanya pada tampuknya
"kuatkah ia menahan seluruh bagian tubuhnya?"
begitupula dengan manusia,
pernahkah mereka bertanya,
satu pertanyaan saja
"tak lelah kah kau dengan kehidupan yang kau jalani?"
tidak dik, mereka tak paham
dan kitapun tak paham dengan mereka
teruslah melangkah dik
menjadi insan yang lebih baik
dari hari-hari sebelumnya
Ingat
Hidupmu milikmu
bukan milik orang lain
bahagiamu adalah milikmu, bukan milik orang lain
begitupun dengan deritamu adalah milikmu
bukan milik orang lain

Sabtu, 22 September 2018

Dekadensi Moral anak : Peranan Orang Tua sebagai Role Model


يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَتَخُونُوا اللهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ , وَاعْلَمُوا أَنَّمَآ أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةُُ وَأَنَّ اللهَ عِندَهُ أَجْرُُ عَظِيمُُ

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan RasulNya, dan juga janganlah kalian mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu padahal kamu mengetahui. Dan Ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan, dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar." [Al Anfal:27, 28]

Anak merupakan karunia terbesar dan amanah sang Khaliq yang dititipkan kepada hamba-pilihan-Nya yang menjadi salah satu sumber kebahagiaan dalam hidup. Anak merupakan harta yang berharga tetapi juga merupakan ujian keimanan, dan cobaan kehidupan, sehingga orang tua berperan penting dalam membentuk kharakter anaknya. Seorang anak seperti sebuah gelas yang kosong, masih murni tanpa dipengaruhi hal-hal yang positif maupun  negatif, layaknya sebagai gelas, anak hanya bisa menerima air yang dituangkan ke dalamnya, apa yang dituangkan orang tuanya, itu yang didapatkannya dan itu yang akan dikeluarkannya.

Banyak orang menyangka, orang tua yang beruntung adalah orang tua yang memiliki anak-anak yang sukses dan bertitle tinggi, anak-anak yang pintar dan mandiri, tetapi sedikit sekali yang mengukur standar sukses itu dari segi akhlakul karimah atau akhlak baik sang anak, karena anak yang sukses belum tentu berakhlak baik, anak yang tak berakhlak malah akan merugikan orang tua mereka di hari tua kelak, tak hanya merugikan orang tua bahkan merugikan diri sendiri. Tetapi anak yang berakhlak baik tidak akan mungkin meyia-nyiakan orang tua mereka meski sampai tua dan lumpuh sekalipun. Bersyukurlah orang tua yang pandai dan bijak dalam mendidik anak mereka, yang mengajarkan akhlak, mengedepankan agama dan didampingi dengan ilmu.

Anak adalah investasi jangka panjang orang tua, tak hanya di dunia, dimasa sekarang, di masa tua bahkan menjadi jaminan di hari akhir nanti. Namun sungguh sangat merugi orang tua yang gagal dalam menjadi role mode bagi anak mereka, yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, yang menyebabkan terjadinya penurunan standar moral anak. Sekarang banyak terjadi, orang tua yang menjadi contoh teladan bagi anaknya namun banyak yang tidak mencontohkan hal-hal baik dan bahkan hanya memerintah, menyuruh tanpa memberi contoh , misalnya:

"Nak, pergi sholat Maghrib sana ke Mesjid" padahal orang tuanya tidak ikutan pergi ke mesjid

"Nak, sholat Maghrib dulu sana, jangan nonton TV terus" tapi orang tuanya tidak melaksanakan sholat

"kamu jangan ikutan-ikutan teman-temanmu merokok, kamu masih kecil nak" padahal ayahnya sendiri perokok aktif

Jadi bagaimana mungkin anak akan melaksanakan ajakan atau perintah orangtua mereka, sedangkan orang tuanya sendiri tidak melakukan apa yang diperintahkan pada anaknya, tidak memberi contoh yang baik pada anaknya. Sehinggga banyak anak yang melawan atau membangkang kepada orang tua mereka, tidak bisa berpegang teguh pada agama dan ajaran luhur serta berakhlak baik, karena contoh yang mereka lihat tidak mengajak mereka pada hal yang baik-baik yang mengakibatkan merosotnya moral anak. Jadi tidak heran, ketika kita melihat atau membaca berita, ada anak membunuh oang tuanya sendiri, memeras orangtuanya sendiri,  ada anak yang membangkang, melakukan tindakan tak bermoral di luar rumah, anak tak memiliki tujuan hidup dan terlibat perilaku menyimpang lainnya. Jadi jika orang tua memberi perintah pada anak, maka jadilah contoh bagi mereka.



Jumat, 14 September 2018

Cara Asik Mengisi Kegiatan tanpa Gadget Saat Sedang Menunggu atau dalam Keadaan Macet

https://www.duniaku.net/2017/02/28/5-sifat-orang-jepang-yang-harus-ditiru/
Menunggu atau terjebak dalam keadaan macet memang sangat menjenuhkan bahkan membosankan, ujung-ujungnya banyak orang akan membuka dan mengaktifkan gadget atau alat elektronik lainya guna mengusir kesuntukkan atau kebosanan  yang hadir, namun sering menggunakan media elektronik membuat mata cepat lelah dan kepala menjadi pusing, nah berikut ini ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan guna mengisi waktu luang dan bermanfaat tanpa gadget atau intenet: 

1. Baca Buku Favorit
Saat dihadapkan dengan macet atau dalam keadaan menunggu, aalngkah baiknya membiasakan diri dengan membaca buku. Ada banyak sekali manfaat dari membaca, selain menghilangkan stres, manfaat membaca paling utama adalah menambah pengetahuan dan mengasah keterampilan berfikir analitis, dan tanpa terasa, waktu terasa berjalan terlalu cepat berkat bacaan favorit  yang kita baca. 

2. Dengarin Musik
Mendengarkan musik kesukaan akan membunuh jenuh dan membuat pikiran serta tubuh menjadi rileks, selain itu musik juga bermanfaat dalam meningkatkan daya tahan tubuh. 

3. Isi TTS
Terdengarnya Jadul dan kuno, namun mengisi TTS dengan cara  menuliskan jawabannya sangat membantu dalam menghilangkan kebosanan, yang pasti  dapat mengasah otak dan terhindar dari kepikunan yang disebut dengan Alzheimer

4. Menulis
Anda bosan menunggu, lebih baik keluarkan catatan anda, lalu mulailah menulis, tulis apa yang ada rasakan atau anda lihat, bisa  saja menulis tentang kejadian-kejadian di sekitar anda atau menulis opini dari hal yang anda saksikan   

5. Ajak ngobrol orang di sebelah
Mereka si pembosan, akan sangat tertekan saat hanya berdiam diri atau duduk lama menunggu, nah jika ingin menambah teman baru atau sekedar mendengar pengalaman-pengalaman orang lain, cobalah untuk mengajak mengobrol orang disamping anda atau di dekat anda, hal ini berhasil  menghilangkan jenuh, misalnya anda sedang dalam kereta keberangkatan antar kota, sapalah teman samping anda, lalu tanyakan hal-hal yang memang asik untuk diobrolkan, yang paling seru adalah membicarakan hobi, maka pembicaraan akan bisa menjadi panjang lebar, bisa saja, teman samping anda menjadi lebih akrab nantinya di kemudian hari

6. Tidur
Jika lelah melanda anda, lebih baik dimanfatkan untuk mengistirahatkan tubuh sejenak dengan tidur, karna tubuh tidak bisa dpaksa terus-terusan bekerja, maka tidurlah sebentar guna memulihkan stamina tubuh dan mengistirahatkan pikiran anda

7. Belajar Bahasa Baru dan Terjemahan 
Selain membaca, cara meningkatkan kemampuan otak kita adalah dengan belajar bahasa baru, dengan belajar bahasa baru, maka akan menambah kosa  kata yang kita miliki dan juga menambah wawasan 

8. Melukis atau Mewarnai
Setiap orang memiliki hobi dan kesukaan yang berbeda-beda, salah satu cara untuk mengusir jenuh bisa dengan melukis atau mewarnai, melalui kegiatan ini akan menyalurkan hobi dan emosi yang dapat melahirkan karya yang bermanfaat dan memuaskan.  

9. Merenung atau mengamati aktivitas sekitar
Intinya lebih ke pengamatan sosial, kegiatan  ini lebih cocok bagi mereka yang introvert, karna melalui pengamatan ini, kita diajak untuk melihat realita yang ada dan dapat menuangkannya ke dalam tulisan, opini maupun jadi sebuah penelitian. 

10. Dzikir atau Membaca Kitab Suci
Macet tak menghalangi umat untuk tetap istiqamah melakukan amalan-amalan kebaikan, misalnya berdzikir atau membaca kitab suci dan memahami terjemahannya, selain menambah pahala juga membuat hati dan otak menjadi rileks dan tenang.

11. Memotret
Memotret adalah hal yang paling asik dilakukan di tempat umum, karna banyak objek yang dapat di foto, terutama aktivitas sosial yang terjadi di kota-kota, dengan memotret banyak momen yang dapat diabadikan. 




Senin, 03 September 2018

Mengapa Membaca Buku Lebih Menarik Dibanding Lewat Media Elektronik

Perpustakaan Universitas Putra Indonesia YPTK Padang :
http://elib.upiyptk.ac.id/

Membaca bagi sebagian orang adalah suatu hal yang wajib dalam kehidupan sehari-hari, bahkan menjadi sebuah hobi. Dimasa sekarang, tanpa membaca kita tidak akan tahu perkembangan-perkembangan yang terjadi secara kontinyu di belahan bumi manapun, dan dunia pekerjaanpun juga menuntut kita untuk membaca, apapun bentuk bacaaan nya.  Meski saat ini, hal yang paling sering kita lakukan adalah membaca chattingan, baik dengan teman, kolega maupun keluarga. "Without reading, we are nothing".

Namun ada beberapa hal yang menarik dari membaca buku secara fisik dibanding membaca menggunakan media elektronik, diantaranya:

1. Aroma khas buku baru membuat candu penggemarnya, tingkatan candunya setara dengan kopi

Mereka yang suka membaca akan sangat senang dengan aroma buku baru meski baunya biasa saja bagi sebagian orang, bahkan  baunya terkadang aneh. Kecanduan membaca, membuat si penggemar membaca atau biasa disebut dengan book lovers senang mengkoleksi buku-buku baru, hal yang paling menyenangkan adalah saat membuka sampul plastik bukunya dan menghirup aroma khasnya. Si kutu buku ini akan sangat senang jika dihadiahi sebuah bacaan yang sesuai dengan passion dan hobi mereka.

2. Merampungkan bacaan merupakan suatu kesenangan dan kepuasan  tersendiri 
Dibandingkan dengan membaca dan menamatkan sebuah tulisan di aplikasi atau gadget, merampungkan bacaan dari sebuah buku merupakan suatu kesenangan dan kepuasan  tersendiri  yang tidak dapat dipahami oleh para pembaca media online,  si kutu buku ini sangat bangga memamerkan bacaan yang telah mereka baca, mereka akan mereview bahkan merecomended kan pada teman-teman atau linngkungannya.

3. Mengobrak-ngabrik buku di toko buku lebih menarik minat baca ketimbang membaca e-book atau sejenisnya
Mencari tumpukan-tumpukan buku di perpustakaan atau di toko buku dalah suatu kesenangan dan kebahagiaan yang tidak bisa dipahami oleh mereka yang tidak suka membaca. Padahal dengan mencari-cari buku yang kita butuhkan dan bisa menemukannya ditumpukan membuat semangat untuk menghabiskan bacaaan



4. Buku bisa ditandai dengan berbagai jenis mainan atau penanda yang membuat mood untuk membaca

Yang paling menyenangkan adalah saat bisa menghabiskan bacaan dalam waktu singkat, namun adakalanya butuh waktu lama untuk menghabiskan bacaan seperti bacaan nonifksi, sehingga butuh penanda buku, dengan adanya penanda bacaan, akan membuat pembacanya ingin menyelesaikan bacaan sesegera mungkin, selain itu, penanda buku mencitrakan pemiliknya merupakan book lovers, selain itu penanda buku kebanyakan berisi kata-kata motivasi yang menambah semangat untuk membaca.


5. Otak lebih mudah menghafal dan menyerap informasi yang ada di Buku 
Menurut penelitian, membaca buku membuat daya ingat lebih tajam dan konsenterasi semakin meningkat karna tak adanya gangguan dibanding gangguan yang ada pada media elektronik. Selain itu, membaca buku juga dapat mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas pembacanya

6. Membaca buku di zaman sekarang terutama di tempat publik merupakan suatu prestise yang membanggakan atau istilahnya disebut Smart People/books Lover
Jika melirik negeri sakura, dimanapun tempatnya, akan selalu dijumpai orang-orang asik dan sibuk dengan bacaannya, dan itu merupakan hal lumrah bagi mereka, namun dibandingkan dengan Indonesia, sangat jarang dijumpai orang-orang di tempat umum asik dengan bacaan mereka, jika ada, maka merupakan sebuah prestise atau kebanggaan sendiri dapat beradaptasi dengan masyarakat yang kebanyakan sibuk dengan gadgetnya disaat waktu senggang atau saat di tempat umum.

7. Mata lebih Fokus dan aman ketimbang membaca lewat media elektronik yang memancarkan radiasi lebih terang
Membaca melalui media elektronik akan membuat mata mudah lelah dan terpapar radiasi lebih sering yang membuat mata cepat rusak. Terlalu lama membaca elektronik juga membuat tubuh lelah dan kepala menjadi pusing. 

8. Konten E-Book suatu saat bisa hilang di web dan membutuhkan data internet
Membaca buku melalui media elektronik tidak bisa menjamin ketersediaan konten selalu ada di web atau bacaan online. sehingga saat dibutuhkan tidak bisa ditemukan. Bisa saja terjadi karna konten mengandung informasi yang tidak layak sesuai aturan etika internet misalnya konten terindeks google sandbox, sehingga konten tidak tersedia lagi d internet.

9. Buku lebih dikenal dan ditemukan sudah sejak zaman dahulu, sehingga buku lebih familiar dan informasinya mudah diingat 
Sejak kecil anak-anak lebih dahulu dikenalkan dengan buku, sehingga buku familiar bagi banyak orang, selain itu informasi yang di dapat melalui buku bacaan akan mudah diingat otak jangka panjang.

10. Mudah dibawa kemana-mana dan Tidak Mengganggu pandangan 
Media elektronik memang mudah untuk dibawa kemana-mana, namun buku juga mudah dibawa keman-mana saat dibutuhkan, selain itu, bacaan pada buku tidak akan mengganggu pandangan dibandingkan dengan iklan atau pop up yang muncul pada media elektronik, yang akan sangat mengganggu bacaan yang sedang dibaca.




Recomended Bacaan

Pendakian Gunung Telomoyo: Hujan Badai Sampai Sunrise