Selasa, 14 Agustus 2018

Percakapan Shubuh ini antara aku dan Bintang


Percakapan Shubuh ini antara aku dan bintang 

Kasihan sekali manusia itu,
tiap pagi bangun pontang panting untuk persiapan kerja
namun melupakan yang lebih penting dari usaha kerasnya itu
kerja hanya untuk memenuhi tuntutan hidup
tapi melupakan hakikat hidup itu sendiri
berangkat kerja pergi pagi pulang petang,
namun hanya letih yang di dulang,
hasilnya tak seberapa namun melalaikan yang bernilai dalam hidupnya"
bekerja dari saban hari bagaikan robot,
masih mending robot, karena mereka hanya mesin
mereka tetap terus bekerja walau jenuh melanda
dan berkata:

“apalagi yang bisa kami lakukan selain berusaha dan berusaha”

tapi mereka lupa
usaha yang diperjuangkan itu hanya untuk hidup sekejap saja di dunia
mereka lupa mempersiapkan bekal untuk kehidupan berikutnya
beruntunglah dirimu bintang
tak perlu bekerja seperti manusia yang penuh nafsu dunia


Tentang Pacaran



“Itu pacaran atau jual harga diri serampangan?” 
“mikir gak sih kalian yang lagi pacaran?”
"kalian pacaran ngapain?”
“kalo gak ngapa-ngapain, ngapain pacaran?"
tanya seorang dosen tempat saya bekerja saat ada wirid mingguan di masjid kampus

“jlebb gak perasaan kalian?”
“pikir ulang lagi deh pertanyaannya, gak usah pake logika,” 
“jawabannya ya pasti ngapa2 in kan”.

ada yang bilang:
"kami pacaran syarii kok. kami saling menasehati untuk sholat, ngaji, dengar ceramah, bangunin sholat shubuh, bangunin sholat tahajjud, bangunin sahur buat puasa sunnah?”
“loh. yang salah apanya? yang apanya itu dong”
“mikir gak sih kalian, pernah gak kalian diajarin pacaran oleh orang tua kalian,
guru kalian? enggak kan?”
“lantas kenapa sekarang, bagi kalian pacaran itu wajib”
“yang gak pacaran dibilang gak laku, dibilang cupu”
“malah dibilang lemah bahkan malah dibully dan mengompori agar ikutan pacaran”
"maaf ya, kami tahu api neraka itu panas, karena itu kami menjauhi pacaran"
“kami tahu pacaran itu dosa, karena itu kami menghindarinya".

Kalopun ada yang pacaran meski gak pegang-pegangan, mohon maaf ni ya,
pasti dalam hayalan muncul nafsu,
maaf, nafsu syetan sulit untuk dibelenggu
apalagi kalian memberi jalan dan malah mendukung usaha setan
untuk menjerumuskan kalian
Mungkin kalian paham yang nulis ini jomblo :D
Tapi jomblo bahagia kok :D,

YUK, maafkan dirimu yang jahiliyah dan kesalahanmu dulu
dan mulailah bertaubat membuka lembaran hijrah  

Perihal hati

Terkadang aku tidak berani melihat realita kehidupan saat ini, 
ingin rasanya menjadi orang yang egois saja, 
menjadi egosentris tanpa memperdulikan apa yang ingin dunia tontonkan, 
karna  itu hanya akan menggedor-gedor hati nuraniku, 
lantas menyusahkan logika untuk ikut terlibat dalam memikirkan realita itu 
dan pada akhirnya aku harus menuntaskan dengan jalan 
praduga dan syakwasangka dan kesimpulanku sendiri. 
Dunia sekarang begitu Kejam dan Tajam. 
Hal  berupa suka cita di pamerkan bahkan hal yang tabu sekalipun dianggap lumrah. 
Pantas banyak orang gila di zaman sekarang, bukan saja gila mental tapi gila semuanya.

Selamat tinggal Sya'ban selamat datang Ramadhan

Senin, 13 Agustus 2018

Mengingat Kematian

Sumber Gambar: https://punakawan.net/2017/11/kisah-malaikat-izrail-dengan-tanah-nabi-ibrahim-dan-nabi-musa/
Kalo ingin mengingat kematian, Tengoklah orang sakit

Hari ini 05 Mei 2018 pukul 11.39 PM.
Aku diberi kesempatan lagi oleh Allah untuk instropeksi diri lewat sebuah penderitaan sakit yang teramat parah, bahkan dokter Rumah Sakitpun angkat tangan. 

Malam ini aku tidur di rumah ande tempat pamanku dirawat karna keadaan rumahku yang belum direnovasi pasca gempa. Hampir pukul 12 malam, aku masih membaca buku dan diselingi sedikit ibadah, lalu paman memanggilku, "paman mau minum?" lalu aku membantu paman meminum air putih hangat menggunakan sedotan, paman juga meminta dipijit tangannya. Aku tak kuasa saat amelihat rintihan dalam kesakitannya. Dulu,  Tubuh inilah yang pernah mengantarkanku menjemput masa depanku, menemani aku untuk pertama kalinya pergi ke Jawa menggunakan pesawat. Bahkan beliau sempat memarahi aku karna teledor lupa membawa tiket dan keluar dari gate pemeriksaan menuju lobi depan bandara untuk menemui sahabatku. Dulu tubuh inilah yang memastikan bahwa aku aman dan selamat sampai tujuan kampusku serta memastikan tempat kosku. 
Dulu, tubuh inilah saat pertama kali bertemu ketika SMP dan aku kira beliau seorang tentara dengan wajahnya yang tegas dan tubuh yang tegap serta dada yang bidang, tapi sekarang yang aku lihat hanya tubuh ringkih berbalut kulit yang mengeriput, mata cekung, tulang pipi menonjol, tangan lemah terkulai, paman, cepat sekali penyakit ini merenggut sehat tubuhmu, membuat fisikmu berubah hampir 90%.

Akupun memijit tangan beliau dengan lembut, aku usap-usap telapak tangannya menggunakan minyak kelapa hijau, aku ganti tangan yang sebelahnya lagi. Ya Tuhan, air mataku hampir titik namun terus aku tahan melihat wajah sayunya. Tak ada tampang gagahnya lagi, tak ada yang tersisa kecuali tubuh ringkih dan nafas tersengal-sengal yang menghidupinya. Aku berusaha menahan sebak, berdoa lirih dalam hati, berharap paman segera pulih, namun beberapa hari belakangan aku terus bermimpi, paman meninggal, dan aku menceritakan kepada keluargaku, namun mereka selalu positive thinking, mimpi itu kebalikannya kata mereka. Aku sadar, kematian mendatangi setiap insan, tak peduli dengan cara apa dan bagaimana serta dimana kita berada, kematian selalu mengintai kita dan kematian adalah salah satu rahasia Allah. "Apakah aku sudah siap ketika kematian mendatangi?" selalu saja ketika berhadapan dengan orang sakit, aku terus merasa was-was, "jangan-jangan sebentar lagi giliranku" 

28 Mei 2018 
Hal yang tak ku inginkan pun terjadi, paman akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya saat adzan isya dikumandangkan, bertepatan dengan bulan Ramadhan. Aku tak kuasa menahan sebak saat mendapat kabar dari kakak, tapi aku malu karna ada Keyza di dekatku dan juga ada Teteh serta One Meri, Fadhel dan suami teteh. Antara sedih dan lega, sedih karna tak ada lagi paman kami yang akan memastikan ponakannya aman dan terjaga, lega karna kami sudah ikhlas, aku tak ingin paman menderita sangat lama dan menahan sakit yang teramat sakit. 

Paman sering menanyakanku pada ibu dan ande meski aku jarang di rumah karena bekerja di Padang, namun, dua hari sebelum paman meninggal, paman sudah tidak kenal dengan dirinya sendiri dan orang sekitarnya, kamipun juga sudah merasa, bahwa ajal paman tidak akan lama lagi.  Satu hal yang aku sesalkan, biasanya aku  membantu mengganti diapers paman,  namun pada malam sebelum kematiannya aku tak jadi membersihkan tubuh almarhum dengan sabun dan washlap, karna aku rindu tadarus ba'da maghrib bersama nak-anak di kampung, dan saat akan membantu ande memandikan paman, ande mengatakan  bahwa paman sudah dibersihkan dibantu sama makjo Sup. Akhirnya aku lega, satu lagi, biasanya aku menginap di rumah ande saat libur kerja. Namun malam itu aku kecapek an dan memilih tidur di rumah. Satu lagi aku janji sama ande akan membantu mengganti diapers paman setelah makan sahur, namun aku urung, dan aku berangkat kerja dengan memendam sesal, dan akhirnya, baru tadi pagi meninggalkan paman, malamnya paman sudah kembali kepada Allah Sang Pemilik. Innalillahi wainna ilahi raji'un.






 . 

Sabtu, 11 Agustus 2018

Kutipan Percakapan Anak SMP dengan Pejuang Jodoh

LOVE

Kemaren pas Ramadhan, ada saudara yang pulang kampung dari Jakarta, Tetiba si adek yang masih kelas 1 SMP, bertanya padaku

"Kak Fatma udah punya pacar?"
"kenapa tanya kayak gitu dek? cariin dong buat kakak, hehe"
"gak kenapa2 kak. pengen tahu aja. nanti aku tolongin pake doa. hehehe"
"kakak gak pacaran dek. gak boleh"
"kenapa gak boleh kak?"
"karna dosa dek. mubazir waktu, mubazir uang juga numpuk dosa,
emang adek punya pacar gitu?"
"gak punya kak. aku gak pacaran, tapi aku suka sama dia"
"cie cie, temanan aja dulu dek. ntar kalo jodoh bakal balik kok"

Kutipan percakapan anak SMP dengan sang pejuang jomblo :)
Heran, anak sekarang masa pubernya kecepatan deh :D








Sabtu, 04 Agustus 2018

Quotes Pribadi: Yang Tersisa dari Aplikasi Chat BBM


Setelah sekian lama menikmati kebaikan yang ditawarkan BBM, akhirnya di unisntal juga pasca awal bekerja di Padang, Good bye BBM, terimakasih dulu pernah mengisi  cerita  di hidupku :D 

Status aku yang dulu sempat di share ulang teman di  akun BBM nya









Status saya yang dibagi ulang oleh teman di akun BBM nya 













Senin, 30 Juli 2018

Andai di Dunia Ini Tidak Ada Kosmetik


Andai tubuh ini bisa berbicara dan menyampaikan setiap keluhan yang mereka rasakan kepada pemilik yang dititipkan Allah, andai mereka mampu menjelaskan apa yang mereka rasakan, mungkin setiap jengkal tubuh ini akan berteriak kesakitan, karena dosa-dosa yang kita lakukan, mungkin kita akan merasa sangat kesakitan dan mati karena mendengar rintihan mereka, tubuh kita yang terdiri sekitar 37 triliun sel yang tersusun dengan sangat rumit, mesti dipertangungjawabkan dihadapan Tuhan Yang Maha Esa.

"Kenyataannya begitu kan? ahh, andai di bumi ini tiada bedak, tidak ditemukkannya kosmetik atau teknologi canggih yang mampu merubah seorang bertampang monster menjadi ratu terlembut dan tercantik di jagad raya ini, kau tak perlu repot-repot bersolek memoles wajah agar terlihat cantik atau menarik, kau tak kan perlu disibukkan hanya merawat tubuh dan wajah ini, kau tak perlu memakai topeng yang membuat kulit wajah ini berteriak, kau tak perlu dipermaks hanya demi bisa dinikmati oleh yang bukan muhrimmu, kau ini wanita apa?, tidakkah kau tahu apa yang telah kau lakukan padaku, suatu saat kau akan sadar, karena telah membuang waktu hanya untuk memperindah dirimu ,menutupi kekuranganmu, aku hanya butuh sentuhan air wudhu yang segar yang menenangkan dan mampu menghapus setiap dosa yang hadir lewat rupa ini, kau tahu, setiap inchi dari tubuh ini, setiap sel yang ada dalam tubuhmu akan dimintai pertanggungjawabannya dihadapan Allah, lantas akan aku jawab apa demi membelamu? tidak, saat itu tiada kebohongan yang bisa aku utarakan kepada Rabbi ku, tiada yang bisa berdusta dihadapan-Nya, tak ada seorangpun"

Filosofi Dikala Sendiri

Saat menyendiri, selalu saja ada kata-kata yang bisa dituangkan dalam perpaduan gambar dan rangkaian kalimat,entah itu tercipta saat dalam perjalanan, saat ada acara maupun saat menyendiri di dalam kamar, ternyata menyendiri itu cara terbaik untuk bermuhasabah










Add caption















Selasa, 24 Juli 2018

Aku dan Anak-Anak: "Uni Nanti Gak Usah Nikah Aja Ya"

Pakandangan, 22 Juli 2018


Dunia mereka masih hitam putih, tinggal kita mau memberi warna dan corak apa pada mereka, apakah warna terang, gelap atau malah memberi banyak warna dalam hidup mereka (by: Fatmawati)
kiri: Sabil, Ayu, Hanan, Eca, Aini,   
Di acara resepsi pernikahannya abang sepupu, adek-adek datang berkerumun ikutan berfoto di kursi pelaminan, aku tak ingat berapa jumlah mereka, kalo kemungkinan ada belasan anak ikut berfoto bareng aku, ada yang meluk aku dari  belakang, ada yang jahil menjiwil ujung jilbabku, ada yang duduk dipangkuan bahkan rebutan sampai  berantem, terpaksa aku peluk mereka berdua, ada yang duduk di samping kiri kananku, ada yang berdiri di depanku, bahkan ada yang narik ujung gamisku dari samping, sampai-sampai sandalku juga dicopot dari kakiku, bahkan ada yang baru aku kenal ikutan berfoto dekat aku, aku kewalahan, namun aku senang dikelilingi anak-anak, mereka adalah salah satu obat dan sumber kebahagiaan di kala aku pulang ke kampung yang hanya 2x dalam sebulan. Saat pulang dan turun dari ojek, ada saja anak-anak yang datang menyapa dan memelukku: 
"uni paik, kak ipaik, kak Ipat, Kak Ifat" 

Salah satu adik yang paling nempel denganku, yang tidak mau lepas dariku, bahkan ke kamar mandipun juga ikut, sampai-sampai emakku marah karena nempel terus seperti pacet, namanya Sabil, aku suka memanggilnya dengan Abil, dia berceloteh saat duduk dipangkuanku :

"uni, uni kapan balik ke Padang?"
" uni  balik hari Senin "
"uni gak usah masuk kerja ya, uni di rumah aja temanin Abil main di rumah uni, main sama Akhdan, sama Hanan, sama yang lainnya"
"tapi kan uni harus kerja, uni harus cari uang"
"minta aja sama ibuk Abil, uang ibuk Abil banyak kok, uni gak usah masuk kerja aja ya, ya uni"
 "uni harus masuk kerja Abil, kalo uni gak masuk nanti uni dipecat ,  nanti uni pulang kampung lagi kok"
"beneran ya uni, janji ya "
"iya Abil" 
Setelah habis berfoto bareng, adzan Ashar pun berkumandang, mereka berlarian ke surau tempat mereka biasa mengaji, dan aku mengikuti dengan diam-diam dari belakang. Sesi mengaji bersamapun selesai dengan ustadz mereka. Waktu maghrib telah datang, aku ikut sholat berjama'ah bersama mereka, merekapun shalat sambil ada yang main-main, ngajak temannya gelut sampai tertawa cekikikan, baca aamiin sampai imam selesai baca surat An-Nas,  duh, mereka selalu mencari perhatian, makmum anak-anak laki-laki yang di depan menengok ke arahku, yang perempuan ada yang menengok dari samping dan mengikuti gerakanku, nah selesai, saatnya pembacaan do'a, disaat imam membaca do'a, anak samping kiri dan kananku memeluk aku sambil bicara dengan bahasa minang yang aku translate kan ke Bahasa Indonesia:

"Uni uni, uni nanti gak usah nikah aja ya " sahut Aini sambil memeluk dan  meletakkan kepalanya ke bahu kiriku
" lha, emang kenapa Aini?" tanyaku dengan sangat penasaran
"nanti, kalo uni nikah, uni gak sayang kita lagi, uni  bakal pergi jauh" kata Aini
"tapi kan uni harus nikah nanti"
" gak usah aja uni, uni ndak usah nikah" sambung Echa yang duduk dipangkuanku
"Emang kenapa uni  gak boleh nikah Echa?"
"Nanti kalo uni nikah, uni punya anak, uni gak sayang kita lagi, uni lebih sayang sama anak uni" jawab Echa
"nanti kan kalian juga tambah gede, terus nanti juga punya anak"
"tapi nanti uni tetap sayang sama kita kan?" balas Echa
"ya tetap sayang lah, asal jadi anak yang baik ya " jawabku 
"iya uni" sahut mereka serempak.

Selepas membaca doa, mereka kebagian ceramah panjang sama ustadz mereka karena berisik dan bergelut, selesai sesi ceramah, kamipun bersalaman dan pulang ke rumah masing-masing.

Satu hal yang aku selalu perhatikan dalam dunia anak-anak, setiap anak punya keistimewaan masing-masing, namun mereka punya satu kesamaan, mereka selalu meminta perhatian dengan cara-cara yang mereka sukai, mereka butuh diperhatikan, apapun akan mereka lakukan agar kita berpaling ke mereka dan memperhatikan mereka, entah itu dengan cara menjahili temannya, bergerak terlalu gesit, melakukan hal bodoh, berteriak, dan bahkan bercerita, satu lagi yang selalu tak pernah aku lewatkan, anak-anak suka bercerita, maka dengarkan cerita mereka , meski terkadang cerita mereka konyol bahkan cerita yang mereka sampaikan hanya khayalan dan fantasi mereka sendiri, percayalah, mereka akan sangat senang jika orang yang mereka anggap lebih dewasa dan mereka percayai mau mendengarkan celotehan mereka, aku bahkan sangat senang mendengarkan mereka bercerita, walau terkadang mereka berebutan hendak didengarkan bahkan sampai berantem, tapi tetaplah dengarkan mereka, karena perhatian kita merupakan suatu cara penanaman percaya diri dalam hati mereka. 
  

Selasa, 17 Juli 2018

Pantunku: Pantun Nasehat

Benalu tumbuh di pohon bidara

Merambat jauh ke ujung dahan

Kalo lah malu sudah tiada

Hancur budi hilanglah iman


Bakau beringin menaungi rumput

Masak tahu petis dalam belanga

Kalau lah ingin hati menjadi lembut

Perbanyak menangis dan ingatlah dosa


Sauh di lempar ke tengah lautan

Kapal berhenti mencari karang

Jauh sudah langkah berjalan

Maka yang berlalu tak usah dikenang


Pohon jarak pohon tebu

Tumbuh disela pohon ketapang

Ada Jarak hadirkan rindu

dan pertemuan menjadikannya sayang


Orang jawa memakai batik

Batik dibeli di pasar baru

Jika cinta karena fisik

Maka itu adalah nasfsu


Anak Bajang membeli kakap

kakap digulai kuah bersantan

Janganlah terlalu berharap

Jika tak ingin dikecewakan

Recomended Bacaan

Pendakian Gunung Telomoyo: Hujan Badai Sampai Sunrise